Back

MATERI TEMA AIR BERSAQURAL

Muslimah

4.5

  1. Capaian Pembelajaran

Mahasiswa mampu menggali dan merumuskan konsep-konsep tafsir Sains Terpadu menurut Al-Qur’an dengan menafsirkan ayat-ayat tentang topik-topik yang menjadi dasar (filosofi) dalam mengembangkan pengetahuan, nilai dan sikap serta keterampilan dalam membentuk pribadi dan masyarakat Islami. 

  1. Kemampuan Akhir yang Diharapkan

Mahasiswa mampu memahami tafsir sains QS Al-Baqarah ayat 22 dan 164, QS. Al-An’am 99, Al-Anfal 11, Ibrahim 32 dan QS. An-Nahl 10

  1. Bahan Kajian 
    1. QS Al-Baqarah ayat 22 dan 164,
    2. QS. Al-An’am 99,
    3. Al-Anfal 11,
    4. Ibrahim 32 dan
    5. QS. An-Nahl 10
  2. Bentuk Pembelajaran

Diskusi, penugasan

  1. Alokasi Waktu: 60 Menit
  2. Media Pembelajaran: E-Bersaqural 
  3. Pengalaman Belajar Mahasiswa

Mahasiswa mengungkapkan pendapatnya tentang tafsir sains QS Al-Baqarah ayat 22 dan 164, QS. Al-An’am 99, Al-Anfal 11, Ibrahim 32 dan QS. An-Nahl 10

  1. Kriteria Penilian dan Indikator

Kemampuan dan ketepatan mahasiswa dalam Menjelaskan tafsir sains QS Al-Baqarah ayat 22 dan 164, QS. Al-An’am 99, Al-Anfal 11, Ibrahim 32 dan QS. An-Nahl 10

  1. Materi BERSAQURAL TEMA AIR
  2. Dasar QS Tema Air

Dasar QS tema Air  adalah QS Al-Baqarah 22 dan 164, QS. Al-An’am 99, QS Al-Anfal 11, QS Ibrahim 32, QS. An-Nahl 10, secara rinci sebagai berikut.

1). QS. Al Baqarah 22.

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ 

مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

2). QS. al Baqarah 164

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ

 بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا 

وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ

 وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

 

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

3). QS. Al An’am 99

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ 

مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ 

وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ 

لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya: Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

4). QS. Al Anfal 11

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ 

عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

Artinya(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).

 

5). QS. Ibrahim 32

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ 

وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ

Artinya: Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.

6). QS. An Nahl 10

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

Artinya: Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.

  1. Pembelajaran Bersaqural Tema air

Tabel 1. Sintax model Pembelajaran BERSAQURAL Tema Air

TahapKegiatan DosenHasilKeterangan
PertamaMenentukan dasar sains di al-Qur’an

QS Al-Baqarah 22 dan 164, 

QS. Al-An’am 99, 

QS Al-Anfal 11,

QS Ibrahim 32 

QS. An-Nahl 10

 
KeduaMenentukan isyarat ilmiah

QS Al-Baqarah 22 dan 164, 

QS. Al-An’am 99, 

QS Al-Anfal 11,

QS Ibrahim 32 

QS. An-Nahl 10

الارض ، السماء، ماء، رزقا
KetigaMenentukan tema pembelajaranAir 
KeempatTafsir sains terpaduالارض ، السماء، ماء، رزقا

Penggalan ayat مَآءً (air) merupakan kata benda tunggal (isim mufrod) 

dan kata benda abstrak atau sifat. Oleh karena itu, penyebutan air 

di dalam al-Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai molekul air saja, 

tetapi juga mencakup berbagai penciptaan yang berkaitan dengan 

air sebagai sumber kehidupan.[1] Melalui isyarat ilmiah مَآءً secara hissi 

dapat diketahui keistimewaan molekul air secara fisika, kimia, dan biologi 

dalam kehidupan. Beberapa proses yang dapat menjaga keberadaan air 

di bumi diantaranya evaporasi, transpirasi, gutasi, dan respirasi. 

Pengetahuan hissi ini dapat menyediakan berbagai informasi yang konkret 

sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi orang-orang 

yang berfikir.  Allah menurunkan air dari langit ke bumi dan allah memberikan 

rezeki dari air tersebut, kata rezeki رزقا bisa saja dimaknai segala sesuatu yang 

dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan 

(sehari-hari); nafkah; penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk 

memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan. Air adalah

 sumber kehidupan dengannya bumi yang kering bisa menjadi subur, diciptakannya

 langit dan bumi itu semua untuk keperluan manusia dan makhluk hidup lainnya 

maka sudah seharusnyalah manusia memperhatikan dan merenungkan rahmat Allah

yang Mahasuci itu karena dengan memperhatikan isi alam semuanya akan bertambah 

yakinlah pada keesaan dan kekuasaan-Nya, akan bertambah luas ilmu pengetahuannya 

mengenai alam ciptaan-Nya, pengetahuan itu dapat dimanfaatkan sebagaimana yang 

dikehendaki oleh Allah SWT.

    

[1] Mochamad Imamudin, “Peranan Air Dalam Perspektif Al-Quran (Air Sebagai Sumber Kehidupan),” El -Hayah 3, no. 1 (2012): 41–45.

Comment

muslimahk8

1. 1. QS Al-Baqarah:22 dan 164, QS Al-An'am:99, QS Al-Anfal:11, QS Ibrahim:32, QS An-Nahl:10 2. Kata ma'a sebagai isim mufrod melambangkan air sebagai sumber kehidupan 3. sumber penghidupan manusia 4. melalui metode hiasi 5. air merupakan salah satu penghidupan manusia

muslimahk10

muslimahk10

muslimaht8

muslimaht8

muslimaht25

muslimaht25

muslimaht25

muslimaht9

rasmita maryoni

Febri Triyanto